[SERIES] DIARY OF A BROKEN-HEARTED #PROLOG

Kita bertemu dalam diam. Tanpa sadar. Tanpa angin. Tanpa kesan sama sekali.

Kita bersama-sama dalam satu atmosfer.
Tetapi, kita tidak sadar keberadaan satu sama lain.

Semesta mempersatukan kita,
Waktu membuktikannya,Matahari menjadi saksi,
Aku terbuai oleh senyummu.Lekukan bibir itu, sungguh membuat hatiku tenang. Hingga akhirnya, tidak tampak lagi.

Senyum itu hilang. Kau pergi. Dan aku disini hanya termangut dalam kesedihan.
Bagaimana cara melupakanmu?

Tampak, semesta sudah tidak perduli lagi.
Waktu masih berjalan, dan aku menghabiskannya.
Matahari berganti hilir dengan bulan.Aku meneteskan air mata dari lekukan bibirku.

 

Kuputuskan, cinta, aku mewarnai kesedihanku dengan senyuman–walau air mata tetap menetes.

 

[Series] Diary of A Broken-Hearted — Begins

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s